Ada beberapa teori mengenai faktor yang memengaruhi perkembangan anak.
Elizabeth B Hurlock memberikan beberapa hal yang menjadi penyebab perkembangan (cause of development) yaitu :
1. Kematangan (maturation)
2. Belajar dan Latihan (learning)
3. Kombinasi kematangan dan belajar (interaction of maturation and learning)
Faktor bawaan (hereditas) merupakan faktor pertama yang memengaruhi
tumbuh kembang anak. Faktor bawaan disebut juga sebagai faktor endogen.
Faktor ini menampilkan perkembangan anak dominan terkait kejasmanian
seperti bentuk/struktur tubuh, warna kulit, warna rambut, bentuk wajah,
warna kornea mata, dll. Faktor pembawaan jasmani pada umumnya tidak
dapat diubah.
Selain faktor bawaan jasmani, setiap individu anak juga memiliki
faktor bawaan psikologis yang erat kaitannya dengan jasmani, yaitu
berhubungan dengan fungsi-fungsi fisiologis seperti darah,
kelenjar-kelenjar, hormon dan hal lainnya di dalam tubuh anak.
Hipocrates dan Galenus menghubungkan sifat-sifat kejasmanian dengan
sifat-sifat psikologis individu dalam beberapa tipe temperamen manusia
yaitu : sanguinikus, flegmatikus, cholerikus, dan melancholikus.
Faktor lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak dapat
diartikan sebagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar individu yang
secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tumbuh kembang
anak. Lingkungan di sini dapat dibagi menjadi lingkungan fisik dan
lingkungan sosial. Lingkungan fisik dapat juga disebut dengan lingkungan
alam seperti keadaan rumah, perkarangan, tanah, air, musim, dan
sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberi pengaruh berbeda
pula dalam tumbuh kembang anak. Sedangkan lingkungan sosial meliputi
seluruh manusia dan berbagai interaksi antar individu anak dengan orang
dewasa atau dengan anak lain seusianya. Faktor lingkungan disebut juga
faktor eksogen termasuk di dalamnya pengalaman-pengalaman, alam sekitar,
pendidikan dan sebagainya.
Pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti tidak memberikan
suatu paksaan terhadap individu. Sedangkan pendidikan dijalankan dengan
penuh kesadaran dan sistematis untuk mengembangkan potensi individu
anak. Namun dengan perkembangan teknologi yang ada, pendidikan menjadi
bagian dari faktor lingkungan dimana sang anak akan terpapar
secara pasif. Contohnya adalah paparan televisi dalam bentuk audio dan
visual. Jika orang tua membiasakan anak terpapar terhadap tayangan
televisi maka secara langsung dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak,
meski hal ini masih terdapat perdebatan.
Semoga
dengan artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan tenaga
kesehatan terhadap pola asuh dan evaluasi tumbuh kembang anak. Hal
ini menjadi penting untuk memastikan generasi di masa mendatang
merupakan generasi terbaik yang dihasilkan dari pola asuh yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar